
Satu persatu terundur teratur
Tertinggal meninggalkan kebiasaan
Lalu kehilangan
Tak rela kehilangan
Tak rela tanpa teman yang sudah terbiasa melalang
Teman apa kita masih bisa mengulang kebiasaan lama kita dikemudian hari nanti
Benar-benar tak rela rasanya kehilangan kalian yang satu persatu mulai terundur teratur.
Semakin sedih rasanya ketika tau salah satu teman runtang-runtung (kemana-mana bersama) saya tak diterima di ujian lintas jalur dan itu tandanya saya sudah tak bisa lagi menikmati runtang-runtung bersama. Hilang satu lagi teman saya yang dulunya slalu kemana-mana bersama, beli makan, deadline ini itu, ribut ngurus ini itu, jalan kesana kemari, membelot dari beberapa hal yang cukup membendung untuk merefres diri, nongkrong kesana kemari, mendebatkan banyak hal, lembur bersama, contekan.
Tak rela saya bila harus kehilangan moment-moment seperti itu, benar-benar tak rela rasanya. Jika teman saya saat ini sedih karena dirinya tak diterima, begitu pula dengan saya saya juga tak kalah sedihnya melihat dia bersedih seperti ini terlebih lagi harus kehilangan satu orang teman bersusah-susah maupun bersenang-senang.
Dan juli kembali memberikan aroma kehilangan pada saya

